PRABOWO DITIPU AGEN CIA PALSU

PRABOWO DITIPU AGEN CIA PALSU

MALANG | SARINAH NEWS || – Tulisan ini ditemukan oleh sarinanews.com dari WAG komunitas FGD politik, IG Tempo, dan netizen yang lebih dulu UP kejadian ini 4 hari lalu ( 1/7). Sarinah hanya meneruskan dan menyimpannya sebagai arsip kejadian historical politic bangsa ini. Yang tertulis sebagai berikut:

-oOo-

 

Sebuah investigasi mendalam yang dilakukan oleh Majalah Tempo dan jurnalis independen asal India sukses membongkar aib besar dalam sistem keamanan nasional.

Gaurav Srivastava, seorang pria asal India yang menetap di Amerika Serikat, terbukti merupakan penipu ulung kelas kakap yang berhasil mengelabui lingkaran elite pertahanan Indonesia.

Modus yang digunakan Gaurav sangat nekat namun terbukti efektif untuk menembus tembok tebal birokrasi dan elite politik Indonesia.

Ia dengan sangat meyakinkan mengaku dan berlagak sebagai agen rahasia dari Badan Intelijen Amerika Serikat, CIA (Central Intelligence Agency).

Sandiwara ini begitu sukses hingga Gaurav berhasil mendekati Presiden Prabowo Subianto beserta sang adik, Hashim Djojohadikusumo.

Pertemuan strategis ini bahkan sempat dilangsungkan di kawasan Hambalang pada tahun 2022.

Kedekatan yang berhasil dibangun oleh sang “agen CIA” ini tidak berhenti pada sekadar jabat tangan, melainkan berlanjut ke dalam pusaran bisnis pertahanan yang bernilai fantastis.

Kepercayaan elite Indonesia terhadap Gaurav berujung pada keteledoran finansial.

Tercatat adanya aliran dana bernilai fantastis, yakni sekitar $51 juta (Rp 918 miliar) yang masuk ke perusahaan milik sang penipu.

Gaurav juga sempat membahas pengadaan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) negara.

Mereka bahkan sudah merancang Letter of Intent untuk pengadaan helikopter dan pesawat tempur, meski pada akhirnya kesepakatan tersebut berakhir gagal.

Skandal memalukan ini akhirnya tercium dan dibongkar habis-habisan oleh pers.

Modus penipuan dan jaringan lobi Gaurav sebenarnya sudah lebih dulu disorot oleh media-media raksasa global seperti Financial Times, The Wall Street Journal, hingga Project Brazen.

Namun, spesifik mengenai sepak terjangnya menipu elite Indonesia baru meledak dan diulas tuntas oleh Tempo pada akhir Juni ini.

Kasus ini bukan sekadar penipuan bisnis biasa, melainkan tamparan keras yang menyoroti betapa rapuhnya sistem keamanan dan verifikasi negara.

Fakta bahwa seorang penipu internasional bisa melenggang bebas masuk ke ring satu pertahanan Republik Indonesia menjadi alarm bahaya bagi kedaulatan.

Terbongkarnya kasus Gaurav Srivastava ini adalah peringatan keras bagi intelijen dan sistem keamanan Indonesia.

Negara tidak boleh lagi mudah silau oleh klaim “agen asing” atau tawaran lobi internasional tanpa proses pengecekan latar belakang yang super ketat.

Jangan sampai keamanan negara dan anggaran pertahanan kembali menjadi mainan para penipu berkedok jas rapi. ***)

Reposted: sarinahnews.com
Malang, 5 Juli 2026

 

Sumber:
https://www.instagram.com/p/DaM5ZXPG5Y-/?igsh=M2p0aW5lcjh2MDQ=