INSTRUKSI TEGAS KETUA UMUM – BERSIHKAN PARTAI DARI BENALU DAN PENGKHINAT RAKYAT!

INSTRUKSI TEGAS KETUA UMUM – BERSIHKAN PARTAI DARI BENALU DAN PENGKHINAT RAKYAT!

JAKARTA | SARINAH NEWS || – Dilansir dari Facebook DPP partai, Ketua Umum PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri, hari ini mengeluarkan pernyataan keras dan instruksi organisasi yang tidak bisa ditawar.

Dalam rapat internal yang berlangsung di kediaman Teuku Umar, beliau memberikan teguran telak bagi oknum kader yang terindikasi melakukan pengkhianatan terhadap ideologi partai dan menzalimi hak-hak rakyat kecil.

I. TEGURAN KERAS: PARTAI BUKAN TAMENG KEJAHATAN
Ibu Megawati menegaskan bahwa PDI Perjuangan didirikan di atas cucuran keringat dan air mata kaum Marhaen.

Beliau menyatakan tidak ada tempat bagi kader yang menggunakan atribut moncong putih untuk memuluskan praktik mafia tanah, manipulasi data negara, atau korupsi anggaran.

“Jangan pikir kalian bisa bersembunyi di belakang saya! Jika kalian berani menipu rakyat, menggunakan NIK ganda, dan merampas tanah rakyat jelata, maka saat itu juga kalian telah memecat diri kalian sendiri dari barisan pejuang ini!,” tegas Megawati dengan nada tinggi di hadapan fungsionaris partai.

II. FOKUS KASUS: PEMbersihan DI DELI SERDANG
Teguran ini merupakan respons langsung atas laporan masyarakat dan hasil investigasi internal mengenai dugaan keterlibatan oknum kader dalam skandal pertanahan di Deli Serdang.

Megawati memerintahkan Badan Kehormatan Partai untuk segera memproses sanksi Pemecatan Secara Tidak Hormat bagi siapa pun yang terbukti menyalahgunakan wewenang politik untuk kepentingan pribadi.

III. INSTRUKSI UNTUK SELURUH KADER (MEI 2026)
Dalam rilis ini, Ketua Umum menetapkan tiga poin instruksi utama bagi seluruh kader di seluruh tingkatan:

1. Purifikasi Barisan: Lakukan audit integritas internal. Pastikan tidak ada “penumpang gelap” yang menjadikan partai sebagai alat intimidasi hukum.

2. Kembali ke Akar: Prioritaskan kembali anggaran pro-rakyat. Batalkan segala bentuk kemewahan birokrasi yang melukai hati rakyat miskin (seperti pengadaan kendaraan dinas mewah).

3. Advokasi Rakyat: Seluruh kader wajib turun ke lapangan untuk membantu warga yang menjadi korban mafia tanah, bukan justru menjadi bagian dari masalah tersebut.

IV. PERINGATAN FINAL
PDI Perjuangan mengingatkan kepada seluruh pihak bahwa kedisiplinan organisasi adalah harga mati. Pengkhianatan terhadap “Wong Kecil” adalah pengkhianatan terhadap Bung Karno.

“Saya lebih baik memiliki sedikit kader tapi setia pada garis perjuangan, daripada banyak kader tapi bermental pengkhianat dan penjilat anggaran!,” tutup Megawati.

Reposted: sarinah ews.com
Jakarta, 5 Mei 2026

Sumber: DPP PDI Perjunagan, Bidang Komunikasi & Informasi

(Facebook DPP Partai) https://www.facebook.com/share/p/1CmbbNCTJQ/