Opini
CATATAN DI HATI TERDALAM
Saiful Huda Ems.
Setelah perjamuan di dunia ini tak ada lagi yang dapat membuat kita tersenyum di alam sana, kecuali kebaikan yang telah kita lakukan untuk orang lain dan bumi yang kita tempati. Karena sikap baik kita pada keduanya, maka Keabadian bersedia memotretnya sebagai kenangan hidup kita kelak.
Dia tak akan nyaman jika kita baik pada-Nya, namun kita mengabaikan hubungan baik kita pada sesama dan pada alam-Nya.
Komunikasi kita pada-Nya tak dibatasi oleh ruang dan waktu, jam berapapun dan kapanpun, Ia siap menerima sapaan dan kebaikan kita, meskipun sejatinya kebaikan itu tak datang dari kita melainkan dari-Nya.
Engkau tak kan dapat merasakan nikmatnya berbuat kebaikan, jika Ia tak menggerakkan hatimu untuk berbuat kebaikan.
Dari situ saja engkau sudah tahu bukan, bahwa engkau tidak bisa melakukan apapun kecuali atas perkenan-Nya?
Lain lagi jika engkau berbuat kejahatan, itu datang dari dirimu sendiri sebagai makhluk yang dhaif (lemah).
Maka bersyukurlah dan tetap fokus menghadapkan jiwamu pada-Nya. Jangan pernah sedikitpun terbersit keinginan untuk membangun kemegahan pada dirimu sendiri, sebab setelah engkau tiada nanti, meninggalkan bumi untuk selama-lamanya, orang-orang tiada lagi yang akan pernah membicarakan kemegahanmu, kecuali engkau salah satu dari sekian banyak orang yang dikehendaki-Nya.
Kebahagiaanmu satu-satunya ketika engkau sudah tiada nanti, adalah kesediaan orang-orang untuk mendokanmu tanpa putus, meskipun bulan, tahun dan abad datang dan pergi silih berganti. Catat baik-baik semua itu jiwaku, agar kelak engkau tidak pernah menyesal.
Jangan pernah melupakan tanggung jawabmu pada dirimu sendiri, keluargamu dan pada seluruh makhluk di bumi. Jika engkau mencintai dirimu dan keluargamu sepenuh hati, engkaupun harus mencintai seluruh makhluk di bumi sepenuh hati.
Engkau boleh menghantam kesalahan orang, namun engkau juga harus rajin menghantam benih-benih bajingan, kemunafikan dirimu sendiri.
Jangan pernah jadi orang yang rajin memperhatikan tanggung jawab moral pada diri sendiri dan keluarga sendiri, namun suka lupa bahkan mengabaikan tanggung jawab sosialmu.
Ingatlah, ketika engkau mati kau tak mungkin berjalan dan mengubur dirimu sendiri di kuburan, melainkan akan digotong orang-orang yang bisa jadi engkau sebelumnya tak pernah mengenalnya.
Maka hormatilah semua orang, jangan pernah menyimpan dendam maupun kebencian, meskipun terhadap musuh-musuh yang bisa saja terpaksa dihadirkan dalam kehidupanmu.
Lapangkan hatimu, jiwaku… bersihkan semuanya dari berbagai hal yang akan membuatmu terbebani ketika engkau nanti sudah meninggalkan dunia yang fana ini.
Meski demikian engkau harus tetap berani bersuara, menghantam berbagai kejahatan yang menyengsarakan hidupnya orang banyak.
Sebab tanpa itu kejahatan akan merajalela, hingga ketika nanti engkau ditanyakan oleh-Nya tentang apa yang sudah engkau perbuat selama hidup, engkau hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saja.
Lalu apa bedanya engkau dengan hewan yang tak dibekali-Nya akal dan tanggung jawab?
Posted: sarinahnews.com
Jakarta, 24 Januari 2026.





