Djoko Sukmono: Kesadaran Kolektif adalah Wajah Baru dari Imperialisme

Djoko Sukmono: Kesadaran Kolektif adalah Wajah Baru dari Imperialisme

 

Artikel, Filsafat Sosial:

Kesadaran Kolektif adalah Wajah Baru dari Imperialisme
Oleh Djoko Sukmono

sarinahnews.com | Surabaya, – Kesadaran kolektif (collective consciousness) hari ini adalah kesadaran yang terintegrasi secara harmonis.

Kesadaran kolektif hari ini adalah pemaksaan yang berupa himbauan kepada engkau supaya menjadi bersatu dengan nama Kita.

Kesadaran kolektif hari ini adalah Roh Politik yang bergentayangan di dalam kesadaran setiap individu manusia.

Kesadaran kolektif hari ini adalah bentuk konkret dari imperialisme yang tidak kentara.

Kesadaran kolektif hari ini adalah generalisasi yang telah menjadi bentuk konkret berupa budaya.

Kesadaran kolektif hari ini adalah nilai-nilai fundamental kemanusiaan itu.

Kesadaran kolektif hari ini adalah terwujudnya kebebasan, kesejahteraan, dan keadilan.

Kesadaran kolektif hari ini adalah Ilusi Sosial yang tersepakati.

Kesadaran kolektif hari ini adalah tragedi kemanusiaan itu sendiri.

Kesadaran kolektif hari ini telah memicu terjadinya berbagai protes.

Kesadaran kolektif hari ini adalah bentuk tirani mayoritas.

Kesadaran kolektif hari ini adalah operasi politik dalam rangka teralinansinya anak-anak manusia yang bermoralkan Budak.

Kesadaran kolektif hari ini adalah bentukan yang esensial untuk menjadi Paradikma Pembunuhan Massal.

Kesadaran kolektif hari ini adalah meletusnya gunung revolusi SOSIAL.

Kesadaran kolektif hari ini bukan untuk memanusiakan manusia.

Kesadaran kolektif hari ini adalah tindakan-tindakan provokatif yang dilakukan oleh agen-agen Dogma yang sudah menyebar di setiap lorong kehidupan sosial.

Kesadaran kolektif hari ini adalah tindakan-tindakan biadab dari kekuasaan untuk melibas habis segala anasir yang dianggap sebagai kontra terhadap imperialis.

Kesadaran kolektif hari ini adalah dekonstruksi sosial itu.

Kesadaran kolektif hari ini adalah terdistribusinya benda-benda ekonomi yang menimbulkan post-delivered order.

Kesadaran kolektif hari ini tidak bisa dicegah dan dibatalkan.

Yang Menang Hidup
Yang Kalah Bibasa

Tidak ada sebuah sarana untuk meniadakan kesadaran kolektif itu.

Kesadaran kolektif telah hadir di dalam sejarah sebagai kekuatan yang signifikan dan tak terelakkan. ***)

Note: Sumber dan referensi
Kesadaran kolektif (collective consciousness) adalah konsep yang merujuk pada kesadaran bersama atau pemahaman bersama yang dimiliki oleh sekelompok orang atau masyarakat tentang nilai-nilai, norma-norma, kepercayaan, dan identitas yang mereka bagi. Konsep ini sering dikaitkan dengan sosiologi dan psikologi sosial.

Definisi dan Aspek Kesadaran Kolektif

Kesadaran Bersama: Kesadaran kolektif mencakup kesadaran bersama tentang apa yang dianggap penting, benar, atau salah dalam suatu masyarakat.

Nilai dan Norma: Kesadaran kolektif mencakup nilai-nilai dan norma-norma yang dianut oleh masyarakat dan mempengaruhi perilaku individu dalam masyarakat.

Identitas Kolektif: Kesadaran kolektif juga dapat membentuk identitas kolektif suatu kelompok atau masyarakat.

Hubungan dengan Imperialisme

Dalam konteks “Kesadaran Kolektif adalah Wajah Baru dari Imperialisme”, bisa diartikan bahwa kesadaran kolektif dapat digunakan sebagai alat untuk mempengaruhi atau mengendalikan pikiran dan perilaku masyarakat dengan cara yang lebih halus, mirip dengan bagaimana imperialisme dapat mempengaruhi budaya dan politik suatu negara.

Kesadaran Kolektif dalam Dinamika Sosial

Pembentukan Opini Publik: Kesadaran kolektif dapat mempengaruhi opini publik dan bagaimana masyarakat memandang isu-isu tertentu.

Kontrol Sosial: Kesadaran kolektif dapat berfungsi sebagai mekanisme kontrol sosial, di mana norma-norma dan nilai-nilai kolektif mempengaruhi perilaku individu.

Identitas dan Solidaritas: Kesadaran kolektif dapat memperkuat identitas kelompok dan solidaritas di antara anggota masyarakat.

Kesadaran Kolektif dan Kekuasaan

Pengaruh terhadap Kebijakan: Kesadaran kolektif dapat mempengaruhi kebijakan publik dan bagaimana pemerintah atau penguasa merespons kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Manipulasi Kesadaran Kolektif: Dalam beberapa kasus, kesadaran kolektif dapat dimanipulasi oleh pihak-pihak yang memiliki kekuasaan untuk mencapai tujuan tertentu, seperti dalam konteks propaganda atau narasi yang dikontrol.

Perspektif Kritis

– Beberapa kritikus berpendapat bahwa kesadaran kolektif dapat digunakan untuk mempertahankan status quo atau kekuasaan yang ada, daripada mendorong perubahan sosial yang lebih adil atau inklusif.

– Kesadaran kolektif juga bisa menjadi arena pertarungan antara berbagai kelompok dengan kepentingan yang berbeda dalam masyarakat.

oo0oo

Sumber:
Émile Durkheim: Konsep kesadaran kolektif sering dikaitkan dengan sosiolog Prancis Émile Durkheim.
Dalam karyanya “The Division of Labor in Society” (1893), Durkheim membahas tentang kesadaran kolektif sebagai bagian dari solidaritas sosial.

Psikologi Sosial: Dalam psikologi sosial, kesadaran kolektif dapat terkait dengan konsep seperti identitas sosial, norma kelompok, dan perilaku kolektif.
Sumber Akademik: Jurnal-jurnal sosiologi dan psikologi sosial sering membahas tentang kesadaran kolektif dalam konteks berbagai fenomena sosial.

oo0oo

Referensi Spesifik
– Durkheim, É. (1893). “The Division of Labor in Society”.
– Penelitian dalam bidang sosiologi dan psikologi sosial tentang identitas kelompok, norma sosial, dan perilaku kolektif juga relevan dengan konsep kesadaran kolektif.

– Konsep kesadaran kolektif bisa berbeda-beda tergantung pada konteks teoritis dan disiplin ilmu yang membahasnya.

– Dalam beberapa konteks, kesadaran kolektif bisa dilihat sebagai kekuatan yang menyatukan masyarakat, sementara dalam konteks lain bisa dilihat sebagai alat kontrol sosial.

oo0oo