Djoko Sukmono: Selamat Datang, Generasi Baru Indonesia!

Djoko Sukmono: Selamat Datang, Generasi Baru Indonesia!

SURABAYA, SARINAH NEWS, – Telah tumbuh tunas-tunas bangsa Indonesia unggul. Mereka adalah generasi baru Indonesia memiliki kompetensi yang dapat dijadikan referensi bagi seluruh cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Mereka adalah Free Generation (Generasi Bebas) yang berbeda dengan model-model generasi gaek yang sontoloyo.

Hai, generasi gaek yang sontoloyo!…
Lebih baik kalian diam dan jalani sisa hidup kalian dengan pola hidup lama itu. Jangan mencampuri generasi milenial dan generasi Z yang sedang merancang masa depannya sendiri.

Masa depan bangsa Indonesia ini bukan terletak pada generasi gaek yang sontoloyo itu, melainkan pada tunas-tunas bangsa Indonesia yang optimis dalam memandang masa depan serta siap mengantisipasi segala bentuk perubahan.

Tidak usah meminta tolong kepada bangsa lain.
Tidak usah meminta saran kepada generasi gaek yang sontoloyo.

Teruslah bertindak!
Teruslah merangkai tindakan-tindakan produktif!
Teruslah berinisiatif!

Indonesia melesat ke depan bersama generasi baru yang andal dan akurat.

Selamat datang, masa depan bangsa yang cerah!

M E R D E K A !!!

Manusia konkret adalah manusia merdeka.
Merdeka adalah bebas dari penindasan.
Bebas dari kemiskinan.
Bebas dari rasa takut.
Bebas dari pembodohan.
Bebas menyampaikan pendapat.
Bebas dari seluruh belenggu yang selama ribuan tahun telah menjadi bagian integral dari anak manusia yang tinggal di muka bumi.

Apakah belenggu itu?
Belenggu itu adalah perintah yang secara rutin dan teratur dilaksanakan oleh anak manusia dalam men-dunia.

Siapakah yang berkuasa penuh atas pembelengguan itu?
Dia adalah esensi.

Apakah esensi itu?
Esensi adalah kemungkinan-kemungkinan yang tidak bisa dimengerti, tidak bisa dibuktikan, serta tidak dapat dirasakan secara nyata.

Belenggu itu adalah janji-janji yang tidak pernah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan sosial manusia. Misalnya:

– Keadilan,
– Kesejahteraan,
– Kesetaraan,
– Kebebasan,
– Kedamaian,
dan masih banyak lagi rentetan kata-kata yang tertulis dalam konstitusi sosial maupun yang disepakati dalam kelompok terkecil sekalipun, seperti keluarga, rukun tetangga, kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan yang lebih luas lagi, negara.

Hari ini, Minggu keempat bulan Februari tahun 2025, adalah hari yang ditandai oleh lahirnya Free Generation.

Indonesia telah go publik.
Indonesia tidak hanya untuk Indonesia.
Indonesia untuk dunia.

Generasi bebas adalah generasi yang antisipatif.
Adalah generasi yang tidak kekanak-kanakan.
Adalah generasi yang berprinsip bahwa tidak ada alasan sedikit pun dan sekecil apa pun untuk membenci kelompok lain, golongan lain, suku bangsa lain, dan bangsa lain.

Generasi bebas adalah generasi yang terdiri dari individu konkret yang padanya melekat kebebasan, dengan memandang seluruh pengalaman kehidupan sosial secara transhistoris—tidak berpikir sempit, regional, dan primordial, melainkan memiliki pola pikir yang dinamis dengan prinsip sekuler.

Artinya, generasi ini tidak terjebak oleh pandangan-pandangan sempit yang mengklaim sebagai wakil kebenaran dan kebaikan.

Bahkan, pancang-pancang kebenaran dan kebaikan telah ditinggalkan dalam rangka memenuhi panggilan sejarah, yaitu sejarah masa depan generasi baru.

Negara yang dianggap sudah usang dan tidak becus dalam mengantisipasi perubahan sosial yang terjadi juga akan ditinggalkan oleh Free Generation ini.

Generasi bebas adalah generasi masa depan dunia.
Yang berorientasi pada kemajuan.
Yang berorientasi pada keberdikarian.
Yang berorientasi pada kebebasan.

Generasi bebas telah mengklaim bahwa seluruh kejadian masa lalu yang abu-abu itu boleh dilupakan, dianggap tidak ada, dan tidak pernah terjadi.

Hal tersebut logis dan realistis, karena tidak ada kewajiban apa pun bagi Free Generation untuk mempercayai segala peristiwa historis di masa lalu.

Selain karena tidak terlibat, generasi ini juga bukan pelaku peristiwa masa lalu.

Tidak ada utang sekecil apa pun terhadap masa lalu.
Inilah filosofi Free Generation.

Tidak ada pula yang harus diperjuangkan dari perjuangan masa lalu yang belum terselesaikan oleh generasi sebelumnya.

Generasi bebas menyatakan bahwa mereka sama sekali tidak berterima kasih kepada masa lalu, karena bagi mereka, masa lalu tidak ada.

Generasi bebas telah merancang pembunuhan terhadap seluruh generasi yang masih berorientasi pada kebenaran dan kebaikan yang dibuat di masa lalu.

Selamat datang Kemerdekaan!
Selamat datang Perubahan!
Selamat datang Generasi Bebas Konkret!

 

Posted: sarinahnews.com                            Surabaya, 1 Maret  2025

Opini, ditulis oleh Djoko Sukomono. Ia adalah seorang filsuf sosial