POLITIK EKOLOGI HOUTHI MENGUASAI BAB EL-MANDEB

POLITIK EKOLOGI HOUTHI MENGUASAI BAB EL-MANDEB

Opini

POLITIK EKOLOGI HOUTHI MENGUASAI BAB EL-MANDEB
Oleh Ayik Heriansyah

_Rencana mengenakan biaya terhadap kapal dagang menunjukkan perkembangan strategi Houthi._

Menurut laporan Reuters, Houthi tengah mempertimbangkan pembentukan sebuah otoritas yang bertugas menarik biaya dari kapal komersial yang melintasi Laut Merah sebagai bagian dari pengelolaan wilayah yang mereka kuasai (Reuters, 29 Juli 2026).

Langkah tersebut menunjukkan bahwa strategi Houthi telah berkembang dari sekadar mengganggu pelayaran menjadi mengendalikan fungsi ekonomi jalur pelayaran internasional.

Selama ini tindakan Houthi lebih banyak dipahami melalui perspektif militer dan keamanan maritim. Bagaimana kalau kita melihatnya dari politik ekologi. Piers Blaikie dan Harold Brookfield memandang konflik sebagai perebutan kekuasaan atas ruang dan sumber daya, bukan semata-mata benturan senjata.

Dalam perspektif ini, lingkungan bukan ruang yang netral, tetapi arena tempat aktor politik membangun, mempertahankan, dan memperluas kekuasaan (Blaikie & Brookfield, Land Degradation and Society, 1987).

Dari sudut pandang tersebut, laut bukan hanya hamparan air yang menghubungkan dua benua. Laut merupakan ruang politik, ruang ekonomi, sekaligus ruang strategis.

Siapa yang mampu mengendalikan ruang laut strategis sesungguhnya memiliki kemampuan memengaruhi arus perdagangan, distribusi energi, dan stabilitas ekonomi dunia.

Karena itu, penguasaan laut tidak selalu diwujudkan melalui pendudukan wilayah, tetapi juga melalui kemampuan mengatur akses terhadap jalur pelayaran.

Bab el-Mandeb merupakan salah satu maritime chokepoint terpenting di dunia. Selat sempit yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Samudra Hindia ini menjadi jalur utama perdagangan antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.

Nilai strategisnya terletak pada  posisinya sebagai simpul yang menghubungkan berbagai jaringan perdagangan global.

Posisi geografis seperti Bab el-Mandeb merupakan sumber kekuatan. Aktor yang mampu mengendalikan simpul tersebut tidak harus menguasai seluruh kawasan Laut Merah.

Cukup dengan mengontrol satu titik strategis, mereka dapat memengaruhi arus barang, energi, dan logistik dunia. Inilah yang tampaknya sedang dibangun oleh Houthi.

Rencana mengenakan biaya terhadap kapal dagang menunjukkan perkembangan strategi Houthi. Dari konfrontasi militer ke penguasaan aset ekonomi yang dapat menghasilkan pemasukan sekaligus meningkatkan posisi tawar politik.

Dalam perspektif politik ekologi, penguasaan ruang ekologis selalu berkaitan dengan distribusi manfaat ekonomi.

Pungutan terhadap kapal deklarasi bahwa terdapat otoritas yang mengatur siapa yang boleh melintas, kapan melintas, dan dengan syarat apa mereka dapat menggunakan jalur tersebut.

Strategi tersebut memperlihatkan transformasi karakter kelompok bersenjata kontemporer. Jika dahulu kekuatan diukur dari jumlah personel atau persenjataan, kini kemampuan mengendalikan infrastruktur strategis global menjadi sumber pengaruh yang tidak kalah penting.

Jalur pelayaran internasional dapat memberikan daya tawar politik yang jauh lebih besar dibandingkan penguasaan wilayah daratan yang luas.

Dampaknya pun tidak berhenti di Laut Merah. Gangguan terhadap Bab el-Mandeb mendorong sebagian perusahaan pelayaran mengalihkan rute melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.

Konsekuensinya adalah bertambahnya waktu pelayaran, meningkatnya konsumsi bahan bakar, naiknya premi asuransi perang, serta meningkatnya biaya logistik internasional. (Reuters, Juli 2026).

Karena itu, rencana Houthi memungut biaya kapal merupakan upaya membangun kekuatan melalui pengendalian ruang maritim yang memiliki nilai strategis bagi perdagangan internasional.

Semakin besar ketergantungan dunia terhadap Bab el-Mandeb, semakin besar pula pengaruh politik yang dapat dibangun oleh aktor yang menguasainya.

Walhasil, dengan membaca strategi Houthi di Bab el-Mandeb menunjukkan bahwa penguasaan terhadap ruang ekologis yang menjadi simpul perdagangan global menjadi sumber kekuatan baru. ***)

Posted: sarinahnews.com
Bandung, 2 Agustus 2026