ARAB PELAN-PELAN MENINGGALKAN AMERIKA

ARAB PELAN-PELAN MENINGGALKAN AMERIKA

Opini

ARAB PELAN-PELAN MENINGGALKAN AMERIKA
Oleh Ayik Heriansyah

Perang Amerika-Israel melawan Iran pada 2026 membuat  negara-negara Arab merevisi strategi keamanan mereka.

Serangan Iran terhadap fasilitas militer Amerika di sejumlah negara Arab memperlihatkan keterbatasan sistem keamanan yang dibangun Washington.

Negara-negara Arab pun mulai mempertanyakan apakah ketergantungan kepada Amerika masih menjadi pilihan paling aman.

Perang Iran juga mengubah makna pangkalan militer Amerika. Pangkalan yang dahulu dianggap sebagai perlindungan kini terbukti dapat menjadi magnet serangan.

Instalasi Amerika di Teluk berada dalam jangkauan rudal Iran, sehingga kehadiran militer Amerika sekaligus membawa risiko bagi negara-negara tuan rumah.

Mereka mulai mempertanyakan anggapan bahwa menjadi sekutu Amerika otomatis berarti aman. Dari sini tumbuh kebutuhan membangun kapasitas keamanan dan hubungan strategis alternatif menuju otonomi strategis Arab.

Karena itu, negara-negara Arab mulai melakukan hedging. Mereka tidak langsung meninggalkan Amerika, tetapi mengurangi ketergantungan dengan memperluas hubungan.

Yordania contohnya. Raja Abdullah II melakukan kunjungan ke Cina pada 18–24 Agustus 2026. Abdullah mengunjungi Shanghai dan Beijing, lalu bertemu Presiden Xi Jinping pada 24 Agustus untuk membahas penguatan kemitraan strategis Cina-Yordania.

Kedua negara juga menandatangani sejumlah dokumen kerja sama di bidang diplomasi, ekonomi-perdagangan, industri, rantai pasok dan hukum.

Kerja sama Cina-Yordania tidak sebatas investasi. Bidangnya mencakup perdagangan, manufaktur, teknologi, pertanian, farmasi, pendidikan, industri dan rantai pasok. Yordania membuka akses bagi Cina untuk memperluas pengaruh di Timur Tengah.

Namun demikian, Amerika belum kehilangan kekuatannya. Pangkalan militer, armada laut, kekuatan udara, intelijen, teknologi militer dan pengaruh ekonominya masih sangat besar. Yang mulai terkikis adalah monopoli dan dominasi Amerika atas kebijakan strategis negara-negara Arab.

Serangan Iran ke Israel dan pangkalan militer Amerika, terbentuknya Pakta Mekkah dan kunjungan Raja Abdullah ke Cina menjadi indikator Arab pelan-pelan mulai meninggalkan Amerika. Bersamaan dengan terbentuknya formasi baru Timur Tengah di mana Amerika bukan lagi aktor dominan. ***)

Posted: sarinahnews.com
Bandung,  31 Agustus 2026