Djoko Sukmono: Konstruksi Sosial Rentan Terhadap Perubahan yang Bernama ‘Negara’

Djoko Sukmono: Konstruksi Sosial Rentan Terhadap Perubahan yang Bernama ‘Negara’

Filsafat:

Konstruksi Sosial Rentan Terhadap Perubahan yang Bernama ‘Negara’
Oleh Djoko Sukmono

Konstruksi sosial yang rentan terhadap perubahan itu bernama negara.

Negara itu tidak ada hubungannya dengan selamat dunia dan akhirat.

Negara adalah wahana bagi kehidupan idiologi dan politik.

Kehidupan sosial saat ini keberadaan emperisnya sangat tergantung kepada Negara dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Negara maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mempunyai tugas pokok bagi terselenggaranya kehidupan sosial manusia. Dan mempunyai fungsi pokok melindungi aktivitas kehidupan sosial di dalam Men-Dunia. Tidak meng-ahirat!

Akhirat itu adalah keinginan individu yang tervirus oleh konsep hidup abadi.

Dan yang abadi Tidak ada.
Ditunggu-tunggu pun juga tidak kunjung tiba.

Dia hanya bisa dijangkau dengan untaian-untaian do’a.
Sedangkan hukum itu adalah perubahan.
Hukum itu adalah kepastian rasional.

Tidak yang lain, manusia hidup di dunia ini terlempar tanpa alasan yang jelas.

Oleh karenanya ciptakanlah dirimu sendiri dengan ‘Bebas’.

Kalian semuanya bukan sesuatu yang bisa dibentuk seenaknya oleh tranformasi budaya.

Kalian adalah dimensi yang multi kompleks, konkret dan individual.
Hidup dalam ruang dan waktu
berada pada posisi eksistensinya yang utuh sebagai eksistensi yang otentik. ***)

Posted: sarinahnews.com
Surabaya, 1 Agustus 2025

Djoko Sukmono, Filsuf, Penulis dan pengamat Sosial Politik