Esai
Keterlibatan Gen Z dan 30% Perempuan Mewarnai Musancab VI PDIP Kota Malang, How is Kecamatan Klojen?
Oleh Kadir Wahyudi
PDI Perjuangan Kota Malang menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) VI secara serentak di lima kecamatan se-Kota Malang yang digelar di Ascent Premiere Hotel and Convention Malang pada hari Sabtu 25 April 2026, sangat menarik untuk ditulis.
Musancab adalah agenda lima tahunan ini menjadi bagian penting dari proses restrukturisasi organisasi partai politik, khususnya partai politik PDIP yang sedang berjalan saat ini di seluruh wilayah Republik Indonesia ini.
Musancab serentak ini sudah pernah dilaksanakan pada tahun 2019 sebelumnya di Tidar dan berjalan lancar tanpa kendala apapun. Mulus wuuuussss….. 2026 ini yang kali kedua.
Dibawah tahun 2019, dilaksanakan secara parsial di masing-masing kecamatan. Yang terjadi rawan konflik. Kecamatan Klojen saja, tiap Musancab ribut. Tidak pada dua periode kali ini. Yang terakhir 2026 di Ascent Premiere Hotel and Convention Malang. Musancab Klojen Mulus. Semulus Lien Chin Sia.
Baiklah, kita coba menyoroti PAC (Pimpinan Anak Cabang) PDIP Kecamatan Klojen Kota Malang yang sebelumnya dipimpin oleh Sony Rudiwiyanto (2019-2026) anggota Komisi C DPRD Kota Malang saat ini, dan digantikan oleh Hendra Finansa (2026-2031). Yang muda yang memimpin.
Kita Gasken! Musancab bukan Reuni: Membedah krisis kader muda PDIP Klojen sedap-sedap enyoi! Minimnya kader muda PAC PDIP Kecamatan Klojen, perolehan suara sangat berdampak pada perolehan suara partai.
Kita lihat pileg 2019, perolehan PDIP Kecamatan Klojen adalah 10.912 suara. Pileg di tahun 2024: 9.587 suara. PAC PDIP Kecamatan Klojen lost 1.325 suara. Entah kemana. Mungkin lagi ngopi ke warung sebelah. Anak muda doyan ngopi.
Realitas Klojen hari ini, dari 11 kelurahan, usia pengurus ranting rata-rata 48 tahun. Data DPC 2025, anggota KTA usia 17-30 tahun di Klojen cuma 11%. Bandingkan dengan pemilih muda Klojen di DPT 2024 yang tembus 34%. Partai kita defisit anak muda.
Pengurus PAC PDIP Kecamatan Klojen rilis terbaru hasil Musancab (25/4) di Ascent Premiere Hotel and Convention kemarin malam, sementara ini sudah sesuai harapan Amithya Ratnanggani Sirraduhita ketua DPC PDIP Kota Malang dan I Made Riandiana Kartika Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur 20% GenZ dan Milinial ditambah 30% keterwakilan perempuan, 4 orang perempuan dari 11 anggota pengurus PAC Klojen.
Itu pun 2 perempuan kader milinial dan Gen-Z. Yang 2 orang berumur diatas 55 tahun. Secara keseluruhan, 11 anggota pengurus PAC menyisakan 3 orang golongan tua. Rata-rata berumur di atas 55 tahun. Alhamdulillah, kedepan semoga lebih solid bergerak.
Periode berikutnya kemungkinan besar mereka undur diri (2031). Beda di DPP partai, tenaga dan pikiriannya masih sangat dibutuhkan di tingkat nasional. Semakin tua semakin matang.
Kayak kelapa, semakin tua santannya jossss! Yang muda kreatifitasnya dan tenaganya tak mampu dikejar golongan tua. Paduan keduanya sangat dibutuhkan di dalam partai politik mapan dan matang. Golongan muda tanpa golongan tua, seperti kuda liar! Ayahab! (bahaya).
Musancab bukan paduan suara mengikuti irama “like and like” dan bukan mengikuti sahwat politik tertentu tetapi kelangsungan hidup partai politik itu sendiri. Dan bukan untuk tepuk tangan 5 tahunan. Banteng Klojen ini harus bagaimana?
Masalahnya, ketika rekrutmen saksi pada perhelatan Pileg kemarin (2019), Pilpres dan Pilkada itu butuh saksi TPS. Setelah pemilu, KTA jadi pajangan dompet. Regenerasi berjalan di tempat.
Masih mending dalam bahasan rapat partai. Kalau sampai ada yang menanyakan yang muda bisa apa, ini orang lupa pada sejarah dirinya sendiri.
Kita tau, rata-rata gen-old dulu (era orba) masih sangat muda belia sudah aktif di partai politik. Kenapa sekarang harus ragu dengan yang muda?
So, Kita nggak punya “kawah candradimuka” tingkat anak cabang. Musancab ada, tapi isinya seremonial. Acara partai, anak muda datang, disuruh duduk, pulang. Nggak ada follow up. Partai besar tanpa kader muda sama aja Banteng loyo! Banteng gempor!
Kita menang di Klojen karena nama besar Bung Karno, bukan karena mesin regenerasi. Ngeri! Tanpa keterlibatan mereka, kita akan ditinggalkan mereka.
Kita bisa melakukan Cek struktural partai di 11 ranting Klojen. Berapa ketua partai usia di bawah 35 tahun? Berapa yang dikasih panggung bicara di rapat PAC?
Ini namanya sistem “senioritas buta”. Anak muda dianggap “belum mateng” padahal nggak pernah dikasih lahan buat matengin ideologi dan wawasan politiknya.
Rapat isinya nostalgia 98, bukan bahas TikTok, UMKM digital, atau isu kesehatan mental dan lingkungan, termasuk keterlibatan yang muda di kelurahan. Partai gede gak boleh alergi di kelurahan dan kecamatan.
Kalau anak muda nggak lihat dirinya di partai, mereka bikin partai sendiri di medsos. Dan kita ditinggal. Partai anak muda sak karepe dewe ini mengerikan!
Jalan yang diambil oleh DPD partai yang didukung oleh DPC partai Kota Malang ini sudah menuju jalan yang benar.
Pertama, Wajibkan Kuota Muda 30% keterwakilan perempuan di Struktural PAC, Ranting dan Anak Ranting itu sudah benar.
Tiap ranting di Kecamatan Klojen wajib terisi minimal 1 pengurus inti usia di bawah 35 tahun. Dan 2 wakil-wakil ketua bweusia dibawah 35 tahun juga. Mereka nukan jadi “seksi dokumentasi”. Kasih jabatan strategis: Wakil ketua bidang media, atau wakil -wakil lainnya. Apresiasi kerja mereka!
Kedua, 20% keterwakilan yang muda yang energic di seluruh kepengurusan PAC (sudah terlaksana). Selebihnya, Ranting dan Anak Ranting harus dilaksanakan.
Dan kaderisasi ideologi Marhaenisme seperti harapan Amithya Ratnanggani Sirraduhita Ketua DPC partai harus dilaksanakan disamping pengarahan krearifitas anak muda di medsos (melek digital) dan ekonomi kreatif.
Tiga, sesuai intruksi DPC partai, pengurus “Ngopi bareng” di kelurahan masing-masing dan PAC hadir, anak muda diajak ngobrol masalah Klojen. Dari parkir liar, sampah, sampe lapangan kerja. Ini luarbiasa! Banteng harus turun, bukan cuma dipajang.
Potong anggaran Baleho dan alat peraga lain 40% untuk Kas Ranting dan Anak Ranting. Mereka ujung tombak partai. Yang terdapan jangan dibiarken. Kuwalat! Glundung!
Kecamatan Klojen itu jantung kota, jantung kota gak boleh berhenti detaknya. Bisa modar!
Bung Karno bilang: “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncang dunia”. Klojen punya ribuan pemuda. Tugas kita bukan menunggu mereka datang. Tugas kita buka pintu, kasih kursi, dan kasih mic. Beri kesempatan mereka di dunia politik. Kita yakin hasilnya pasti mencengangkan.
Musancab ini harus tegak lurus melaksanakan intruksi partai bukan selesai dengan SK, bukan cuma foto-foto doang! Kalau hari ini kita gagal putuskan regenerasi, 2029 kita nggak cuma kalah. Kita end! Klojen gak boleh end! Klojen harus bangkit bergerak bersama kader muda PDI Perjuangan! Merdeka! ***)
Posted: sarinahnews.com
Malang, 26 April 2026





