STOP MBG DAN KOPDES MERAH PUTIH

STOP MBG DAN KOPDES MERAH PUTIH

Opini:

STOP MBG DAN KOPDES MERAH PUTIH
Oleh: Saiful Huda Ems

– Apakah itu memang diam-diam dimaksudkan untuk menjadi ladang korupsi besar-besaran dan untuk memperkaya segelintir orang beserta partai pendukung penguasa?

Benahi dulu jalan-jalan, jembatan penyebrangan dan berbagai peralatan transportasi menuju sekolah. Masih banyak anak sekolah yang menempuh perjalanan jauh di jalanan yang rusak, jalan menyebrangi sungai yang membahayakan dan seterusnya.

Gratiskan SPP sekolah. Benahi dulu bangunan-bangunan sekolah, sejahterahkan dulu para guru dan perbaiki perekonomian masyarakat, baru kemudian beri makan bergizi pada mereka.

Dana yang sudah dianggarakan dan sudah diglontorkan untuk MBG dan Koperasi Desa Merah Putih itu aslinya cukup untuk membuat dan memperbaiki jalan, membangun jembatan penyebrangan, membuat alat transportasi dan membangun sekolah-sekolah, juga cukup untuk menstimulus peningkatan kesejahteraan para guru dan orang tua siswa.

Jangan memaksakan terus menerus program MBG dan Kopdes Merah Putih, sebab selain banyak dikorupsi juga sangat tidak tepat sasaran. Jikapun ada manfaatnya, itu sangat kecil sekali, tidak sebanding dengan dana yang dikeluarkan.

MBG dan Kopdes Merah Putih itu bukan hal yang prioritas, apalagi terbukti hanya membuang-buang dan menguras keuangan negara yang hanya menguntungkan segelintir orang saja.

Ada banyak kasus sajian makanan MBG dibuang ke tong sampah karena siswa tidak mau memakannya, ada juga yang keracunan, ada juga yang dibuat asal-asalan, asal terlihat program berjalan, bahkan sangat mungkin ada yang hanya ada dapur MBG-nya saja tapi kegiatannya tidak berjalan.

Ada Kopdes Merah Putih yang didirikan di tengah hutan, di tengah sawah jauh dari perkampungan, dan ada yang baru dibuka lalu ditutup kembali. Ini fakta bukan mengada-ada.

Kalau pemerintah masih memaksakan program MBG dan Kopdes Merah Putih tetap berjalan, kami sebagai rakyat juga berhak curiga, ada apa kok pemerintah masih maksa-maksa MBG dan Kopdes Merah Putih masih harus dilanjutkan?

Apakah itu memang diam-diam dimaksudkan untuk menjadi ladang korupsi besar-besaran dan untuk memperkaya segelintir orang beserta partai pendukung penguasa?

Ini kan ibarat orang ditawari makan, orang itu tidak mau namun yang menawari terus memaksanya untuk makan, sampai dipaksakan ke mulutnya dan orang itu sampai muntah-muntah.

Ini mau membantu menolong orang, ataukah mau membunuhnya? Janganlah bertindak di luar batas, segala sesuatu ada balasannya, jika tidak di dunia ya di akhirat kelak. Sapere aude! ***)

Posted: sarinahnews.com
Jakarta, 17 Juni 2026