Retreat Kepala Sekolah: Antara Gagasan Baik dan Anggaran Ketat

Retreat Kepala Sekolah: Antara Gagasan Baik dan Anggaran Ketat

Esai: Pendidikan

Retreat Kepala Sekolah: Antara Gagasan Baik dan Anggaran Ketat
Oleh Kadir Wahyudi

_Jika Pemkot Malang ingin kepala sekolah tangguh, mulailah dengan membenahi tata kelola SDM-nya._

Sore, ngopi, ngudut rokok ilegal. Mantap, howone genaro Ngalam koyok ayas sing kadit ojir, (suasananya orang Malang seperti saya yang tak punya uang), pas dibarengi membaca berita tentang pendidikan di Kota Malang.

Saya baca berita online dari _pdiperjuangan-jatim.com_ di sana tertulis judul “Amithya Soroti Urgensi Retreat Kepala Sekolah Kota Malang di Tengah Efisiensi Anggaran”.

Pelan-pelan saya baca berita itu, tertarik untuk membacanya. Dan ternyata memang menarik.

Bagaimana tidak, di tengah semangat efisiensi anggaran, rencana Pemerintah Kota Malang menggelar _retreat_ untuk para kepala sekolah terdengar seperti ide yang baik namun perlu ditakar ulang.

Saya mengulang penekanan Amithya Ketua DPRD Kota Malang itu, bahwa retreat itu tidak salah, melainkan karena konteksnya sedang tidak longgar. ‘Katae Pemkot lagi ada gerakan efisiensi’.

Ketua DPRD Kota Malang yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, mengingatkan hal yang sangat mendasar: apakah retreat memang jawaban paling tepat untuk meningkatkan kualitas kepala sekolah?

Pertanyaan ini penting. Dalam beberapa tahun terakhir, model retreat memang populer untuk membangun kekompakan, disiplin, dan kepemimpinan.

Tapi kepala sekolah bukan pejabat baru yang butuh orientasi singkat. Mereka adalah manajer pendidikan yang setiap hari bergulat dengan masalah nyata: kurikulum, guru, murid, orang tua, hingga tata kelola BOS.

Saya tidak menyoroti pendidikan gratis (khususnua SMA sedeeajat) yang pernah digembar-gemborken till now tidak terwujud.
Not at all. Saya gak nyinggung itu.

Soal pendidikangratis yang ada di Mota Malang meng-cover pendidikan tingkat TK, SD, dan SMP saja. SMA sederajat tanggungjawab Provinsi Jawa Timur. Khofifa Indar Parawansa emak’e arek-arek.

Kembali soal retreat. Jika tujuannya meningkatkan kualitas, maka persoalan utamanya ada pada tata kelola SDM pendidikan itu sendiri.

Bagaimana proses penyaringan kepala sekolah dilakukan?
Bagaimana penempatan yang adil dan berbasis kompetensi?
Bagaimana evaluasi kinerja yang jujur di tiap satuan pendidikan?

Itu semua adalah pekerjaan rumah yang lebih sistemik daripada sekadar mengumpulkan kepala sekolah selama beberapa hari di satu tempat dengan biaya APBD.

Menurut saya, Amithya benar ketika mengatakan kegiatan harus ditimbang positif-negatifnya dan harus punya tujuan yang bisa dievaluasi.

Retreat tanpa diagnosis yang jelas hanya akan menjadi kegiatan seremonial yang menghabiskan anggaran. Selesai retreat, foto bersama, lalu kembali ke masalah yang sama. Entar masalah ngampleng murid terulang lagi. Saya gak phobia sih.

Padahal Kota Malang sebenarnya sudah punya instrumen yang siap dipakai. Ada Dewan Pengawas sekolah, ada Dewan Pendidikan. Maksimalkan kepercayaan pada mereka.

Dua lembaga ini jika dimaksimalkan bisa memetakan persoalan pendidikan secara komprehensif.

Dari sana baru terlihat: sekolah mana yang butuh penguatan manajerial, mana yang butuh pembenahan kepemimpinan, mana yang masalahnya bukan di kepala sekolahnya tapi di sistem pendukungnya.

Berangkat dari diagnosis, baru solusi dirumuskan. Bisa jadi solusinya memang pelatihan, tapi yang lebih menukik pada kebutuhan nyata, bukan paket retreat yang seragam untuk semua.

Pada akhirnya, ini bukan soal menolak retreat. Ini soal memastikan setiap rupiah dari APBD pendidikan kembali ke tujuan utamanya: memperbaiki mutu sekolah.

Di masa efisiensi, kebijakan yang paling mahal bukan yang anggarannya besar, melainkan kebijakan yang tidak berdampak.

Jika Pemkot Malang ingin kepala sekolah yang tangguh, mulailah dengan membenahi tata kelola SDM-nya. Retreat boleh menyusul, setelah kita tahu benar apa penyakitnya. _Ojok sampek tangan kepala sekolah mudah melayang ke pipi anak didik._ Gak bahaya ta?

Posted: sarinahnews.com
Malang, 11 Oktober 2026

Sumber:
Amithya Soroti Urgensi Retreat Kepala Sekolah Kota Malang di Tengah Efisiensi Anggaran – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur _pdiperjuangan-jatim.com_ #Amithyaratnangganisiraduhita #pemkotmalang