𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 π“π„π‘πˆπ€πŠ πŒπ„π‘πƒπ„πŠπ€, πŒπ€π‹π” πŠπˆπ“π€ …

𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 π“π„π‘πˆπ€πŠ πŒπ„π‘πƒπ„πŠπ€, πŒπ€π‹π” πŠπˆπ“π€ …

Puisi

𝐉𝐀𝐍𝐆𝐀𝐍 π“π„π‘πˆπ€πŠ πŒπ„π‘πƒπ„πŠπ€, πŒπ€π‹π” πŠπˆπ“π€ …
Oleh _Taufik Ismail_

Negeri ini masih dicekik ribuan triliun hutang berbunga haram

Jika negeri ini telah mampu melunasi hutang itu…
Silahkan teriak merdeka !

Jika belum mampu, lebih baik diam dan berfikir
Malu kita ..

Banyak anak negeri yang hanya jadi babu di negeri orang
Mereka, seringkali disiksa dan dianiaya

Jika negeri ini belum mampu memulangkan mereka
Memberi pekerjaan layak dan mensejahterakan

Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita…

Negeri katulistiwa ini dihampari kekayaan alam yang luar biasa
Namun dikelola oleh orang lain
Rakyat hampir tak menikmatinya
Jika kekayaan alam ini belum bisa dikuasai negara
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Kemiskinan dan pengangguran semakin meluas
Terasa berat untuk bisa hidup layak
Bahkan harga-harga terus merangkak naik
Ditambah pajak yang kian mencekik
Jika masih meluas kemiskinan
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Anak negeri tengah terjerembab watak amoral
Narkoba meraja lela
Seks bebas liar menyasar siapa saja
Pornoaksi dan pornografi makin menggila
Jika anak bangsa masih amoral
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Demokrasi korporasi mencengkran negeri ini
Keuangan yang maha kuasa
Korupsi menjadi budaya
Kolusi makin menganga
Kerugian uang rakyat tak terkira
Jika perilaku ini masih mewarnai bangsa
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Luas negeri ini dipenuhi potensi sumber daya
Namun garam masih impor
Namun singkong masih impor
Jika negeri ini belum mandiri
Memenuhi kebutuhan bangsanya sendiri
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Luas negara ini jutaan hektar
Namun lebih dari setengah dikuasai asing
Hingga rakyat tak lagi punya lahan luas
Berdesak-desakan di tanah yang sempit
Jika tanah negara belum mampu direbut kembali
Jangan teriak merdeka !
Lebih baik diam dan berfikir
Malu kita

Malu kita
Tak berdaya
Tak Kuasa
Lumpuh di ketiak penjajah..
Malu Kita…Malu Kita..
———————–

 

Reposted: sarinahnews.com
Malang, 14 Agustus 2026

Note: Hasil penelusuran, puisi ini sebenarnya karya Ahmad Sastra yang ditulis pada 3 Maret 2020 di Bogor. Dipopulerkan oleh _Taufik Ismail_ 17 Agustua 2024.

Sumber,
ahmadsastra.com

Taufik Ismail: Jangan Teriak Merdeka, Malu Kita – Radar Indonesia News