JAKARTA | SARINAH NEWS || – Dilansir dari Liputan 6, Sebuah ponsel pintar menampilkan postingan Thruth Social Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengumumkan kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2/2026).
Seperti biasanya, unggahan ini memicu banyak reaksi, banyak yang percaya, tetapi ada juga yang membantahnya.
Khamenei, salah satu orang paling jahat sebuah pernyataan. Ia juga bersumpah tidak akan menghentikan serangan sampai jatuhnya republik Islam itu.
Sorak sorai terdengar di jalan-jalan Teheran setelah laporan pertama kematian Khamenei ini muncul dari Israel. Saat yang bersamaan, kepulan asap hitam terlihat membubung tinggi di atas distrik tempat Khamenei biasanya tinggal.
Seorang pejabat senior Israel sebelumnya mengatakan kepada Reuters bahwa jenazah pemimpin Iran itu telah ditemukan setelah serangan.
Awalnya, kantor berita Iran, Tasnim dan Mehr, melaporkan bahwa pemimpin tertinggi itu ”teguh dan mantap dalam memimpin medan perang”.
Tidak ada komentar langsung dari Iran atas kabar kematian yang diunggah Trump ini. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan kepada media bahwa Khamenei masih hidup, sedangkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baqaei mengatakan dirinya tidak dalam posisi untuk mengonfirmasi apa pun.
Andai kabar kematian ini benar, pemimpin tertinggi Iran ini bahkan tewas pada hari pertama serangan Israel dan AS pada Sabtu. Serangan yang disebut sebagai pembuka dari serangan besar-besaran yang direncanakan.
Belakangan, media Pemerintah Iran mengumumkan kematian pria berusia 86 tahun itu pada Minggu pagi. Pengumuman itu disampaikan setelah serangan udara gabungan AS dan Israel yang menargetkan situs militer dan pemerintahan Iran.
Perjalanan Khamenei
Khamenei lahir di Mashhad, kota terbesar kedua di Iran, pada 1939. Anak kedua dari delapan bersaudara ini terlahir dan dibesarkan dalam keluarga religius ulama Syiah.
Masa muda Khamenei dikenal sebagai seorang orator ulung. Ia juga bergabung dengan para pengkritik Mohammmad Reza Pahlevi, raja Iran yang akhirnya digulingkan oleh revolusi Islam pada tahun 1979.
Namanya makin berkibar saat pemimpin Revolusi Islam 1979 Ayatollah Ruhollah Khomeini mengangkatnya sebagai pemimpin shalat Jumat di ibu kota Teheran. Khamenei akhirnya terpilih sebagai presiden Iran pada Oktober 1981 dan kembali terpilih pada tahun 1985.
Pada 1989, Khamenei dipilih oleh para pemuka agama sebagai penerus Ayatollah Ruhollah Khomeini yang meninggal pada usia 86 tahun. Dengan ideologi yang berapi-api, Khamenei dengan cepat mengubah Republik Islam. Ia mendirikan pemerintahan Muslim Syiah yang bertugas menyebarkan kemurnian agama Isalm.
Dalam perjalanannya, Khamenei memerintah jauh lebih lama dibandingkan Khomeini. Ia membangun Garda Revolusi, paramiliter yang menjadi bagian penting dalam menopang pemerintahannya.
Garda tersebut menjadi raksasa militer dan bisnis serta menjadi pasukan paling elite di negara itu dan berpengaruh di seluruh sektor ekonomi Iran.
Kemarahan atas kematian Mahsa Amini pada tahun 2022, yang ditahan karena tidak mengenakan jilbab wajibnya dengan benar saat ditahan dipenjara polisi, telah menimbulkan perlawanan terhadap pembatasan sosial di negeri itu.
Israel dan Iran juga terlibat saling serang secara langsung pada tahun 2025. Pertempuran berlangsung selama 12 hari dan berakhir ketika ada campur tangan Amerika Serikat.
Represi politik dan perekonomian yang lesu akhirnya memicu gelombang protes yang menjadi gerakan melawan pemerintahan Khamenei pada pergantian tahun lalu.
Pada awal Januari, ratusan ribu orang berunjuk rasa di kota-kota di seluruh negeri. Banyak yang meneriakkan, ”Matilah Khamenei.”
Khamenei menanggapi dengan tindakan keras paling mematikan yang pernah terjadi dalam hampir 50 tahun pemerintahan ulama. Pasukan keamanan melepaskan tembakan ke arah kerumunan, menewaskan ribuan orang.
Kini, kematian Khamenei yang telah diamini media pemerintahannya menimbulkan pertanyaan tentang masa depan Republik Islam. ***)
Reposted: sarinahnews.com
Jakarta, 1 Maret 2026
Sumber:
Ali Khamenei Tewas, Iran Tetapkan Masa Berkabung 40 Hari | Liputan 6 https://search.app/23K5G





