KOTA MALANG, SARINAH NEWS, – Hari Terakhir, Sabtu, 4 Juli, Cabor Angkat Berat Porprov IX Jatim 2025 dipertandingkan di Sasana Krida UM (Universitas Negeri Malang) ditutup dengan 5 perunggu untuk Kontingen Kota Malang.
Cabang olahraga (cabor) angkat berat mengoleksi 11 medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025 yang telah berakhir pada hari sabtu 4 Juli 2025.
11 medali itu antara lain: 3 medali emas, 3 Perak dan 5 perunggu. Capean luarbiasa bagi awal kepemimpinan Sony Rudiwiyanto, walaupun ia menargetkan 4 medali emas di cabor angkat berat.
Hadir di Sasana Krida UM, Abram Nathan Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Jawa Timur, Erik Setyo Santoso Sekda Kota Malang, dan Sony Rudiwiyanto Ketua Umum Pabersi Kota Malang.
Wahyu Aji Saputra atlet lifter menyumbang koleksi medali perunggu, walaupun harus dibayar cedera engkle. Perjuangannya belum tuntas, masih ada waktu.
Capaian ini menguatkan posisi Kota Malang di runner-up dengan 137 emas, 127 perak dan 112 perunggu dengan total poin 914.
Dan, klasmen puncak dipegang oleh Kota Surabaya dengan koleksi 195 emas, 127 perak dan 134 perunggu dengan total poin 1168 poin.
Kota Malang masih menunjukkan dominasinya sebagai tuan rumah dan tidak tergeser di posisi runner-up hingga pekan akhir penutupan Porprov IX Jatim 2025.
Ini menunjukkan bahwa ada kenaikan prestasi, pada tahun 2023 Kota Malang meraih 74 emas, tapi di Porprov IX Jatim 2025 kali ini meraih 137 emas.
Terkait para lifters Pabersi Kota Malang, Sony Rudiwiyanto tetap bangga pada para atletnya dengan segala perjuangannya bersaing prestasi dengan kota/kabupaten lain.
Sony mengakui, ia memang menargetkan empat medali emas di Porprov IX Jatim 2025 ini. Meski meleset, satu emas lepas, ia tetap puas. Perjuangan belum selesai.
Ia berjanji akan memperbaiki prestasi para pejuangnya (lifters) ke depan lebih baik dan mencari bibit-bibit baru untuk regenerasi atlet angkat berat.
“Kami bersama Pak Erik (Sekda) akan mengagendakan tournamen internal untuk meningkatkan prestasi dan mencari bibit-bibit baru sebagai atlet angkat berat ini. Pak Erik support kita,” tutup Sony Rudiwiyanto (kw)





